Oleh :

Dr. Satyawati, SpA

Dokter Spesialis Anak Rumah Sakit Azra Bogor

 

Tanya :“ Dok, kenapa anak saya selalu merasa sakit perut yang kadang hilang timbul “

 

Jawab :

Sakit perut merupakan keluhan yang sering menyebabkan seorang anak dibawa berobat ke dokter, sakit perut yang berlangsung akut, sering dihubungkan dengan kelainan organik sedangkan yang berlangsung berulang lebih merupakan kelainan fungsional, walaupun tidak menutup kemungkinan keadaan diatas berlangsung sebaliknya.

Dokter perlu melakukan pemeriksaan secara cermat untuk membedakan kelainan tersebut diatas untuk mengupayakan ketepatan dalam terapi.

 

Sakit perut berulang didefinisikan sebagai sakit perut yang telah berlangsung minimal 3x selama paling sedikit 3 bulan dalam kurun waktu 1 tahun terakhir.

Dari data yang ada dilaporkan bahwa, lebih kurang 10% kasus merupakan sakit perut yang berasal dari kelainan organik, tetapi dengan kemajuan tekhnologi terutama prosedur diagnostik prosentase kelainan organik meningkat menjadi 30%.

Dari sekian banyak kelainan organik yang menimbulkan sakit perut pada anak kelainan pada saluran cerna dan sistem urogenital,merupakan penyebab yang paling sering.

 

Dokter perlu mengenal spesifitas gejala klinis dari masing – masing kelainan organ tersebut.  Kelainan organik yang menyebabkan sakit perut yang sering adalah :

  • Intoleransi laktosa
  • Gastritis
  • Infeksi saluran kemih
  • Infeksi Giardia lamblia
  • Infeksi Helicobacter pylori
  • Bakteri tumbuh lampau
  • Hepatitis
  • Pankreatitis
  • Koletiasis
  • Apendisitis

 

Pada sakit perut berulang pada anak potogenesisnya belum diketahui dengan pasti. Motilitas saluran cerna dan hiper sensitifitas diduga sangat berperan terhadap kejadian ini. Keluhan sakit perut biasanya bersifat kronis atau hilang timbul.

Pendekatan diagnosis sangat bergantung kepada kemampuan anak mengemukakan keluhan dan keluhan orang tua.

 

Dokter harus dapat menyingkirkan kelainan organ dahulu sebelum memastikan adanya kelainan fungsional. Diagnosa pasti seorang anak menderita sakit perut berulang tidak boleh hanya berdasarkan ditemukannya gangguan emosi pada anak tersebut. Perlu diingat kelainan organik berkepanjangan juga akan meningkatkan gangguan emosi pada anak tersebut. Anamnesis yang detail dan pemeriksaan fisik yang lengkap merupakan hal yang terpenting dalam melakukan evaluasi anak dengan sakit perut.

Kriteria Rome membagi kriteria diagnosis sakit perut yang merupakan salah satu kelainan saluran cerna fungsional menjadi 5 kategori diagnosis yaitu :

  1. Functional Dispepsia

Adalah Rasa sakit atau tidak nyaman pada perut bagian atas ( diatas Umbilikus ). Rasa sakit tidak berhubungan dengan pola defekasi dan bentuk tinja.

Rasa tidak nyaman dapat berupa rasa penuh cepat kenyang, sering bersen

dawa, mual  dan  muntah.  Semuanya mencerminkan gangguan pada saluran

cerna bagian atas.

  1. Iritable Bowel Syndrome

Dihubungkan dengan perubahan pola defekasi dan bentuk tinja. Keluhan akan hilang setelah defekasi, kemungkinan kelainan organik dipikirkan bila rasa sakit ditemukan pada malam hari, diare, pendarahan rektum, demam dan penurunan berat badan.

  1. Fungsional Abdominal Pain

Sakit dirasakan didaerah periumbilical berlangsung terus menerus, pada umumnya anak usia sekolah dan remaja. Anak umumnya mempunyai masalah emosi, sifat perfeksionis, kesulitan belajar dan orang tua mempunyai harapan terlalu besar kepada anak. Faktor psikologis berupa kecemasan atau depresi fobia sekolah harus pula ditelaah.

  1. Abdominal Migrain

Rasa sakit dengan episode paroksismal di daerah garis tengah perut, non kolik. Keluhan lain seperti sakit kepala, takut cahaya, nyeri kepala satu sisi.

  1. Aerophia

Udara yang tertelan secara berlebihan akan menyebabkan distensi perut, sendawa berulang kali dan sering flatus. Kecemasan oleh seorang anak dapat menyebabkan perilaku menelan secara berlebihan.

 

Pada sakit perut fungsional terdapat keadaan yang dapat digunakan sebagai pertanda tidak adanya kelainan organik, yaitu : Sakit tidak bertambah, rasa sakit tidak timbul malam hari, anak berambisi, anak mempunyai masalah di sekolah, stress emosi dalam keluarga, orang tua yang berambisi.

Sumber gambar : Kalbestore.com

Artikel Rumah Sakit Azra Bogor

Humas dan marketing rumah sakit azra bogor

Leave a reply