Infeksi Virus hingga Alergi

Pancaroba menjadi salah satu kondisi di mana anak-anak mudah dan rentan terkena penyakit. Seperti saat ini, pergantian musim dari panas menuju hujan membuat tak sedikit anak-anak yang sakit dan memenuhi ruang tunggu rumah sakit. 

 

Penyakit yang sering muncul dan mewabah pada musim pancaroba adalah influenza atau pilek dan batuk. Dokter Spesialis Anak Rumah Sakit Azra Bogor Satyawati menjelaskan, penyakit pada anak yang sering terjadi ketika musim pancaroba adalah batuk dan pilek atau biasa disebut influenza / selesma. “Perubahan cuaca yang ekstrim menyebabkan daya tahan tubuh anak lebih mudah menurun sehingga batuk dan pilek seringkali muncul dalam kondisi seperti ini,” jelasnya. 

Faktor angin besar, hujan, cuaca yang dingin dan udara lembab juga mempengaruhi kondisi anak untuk terserang batuk dan pilek. “Infeksi virus jadi sangat mudah menyebar ke lingkungan sekitar, sehingga anak-anak akan rentan tertular. Batuk dan pilek biasanya didahului demam, hidung tersumbat, sakit saat menelan makanan, dan lain-lain,” tuturnya.

 

Dr Satyawati SpA mengatakan, gejala-gejala akibat virus tersebut, biasanya disebut penyakit ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut). “Jika kondisi ini tidak membaik dalam jangka waktu tiga hari, maka sangat disarankan untuk memeriksakan kondisi anak ke rumah sakit,” tutut dr. Satyawati SpA.

Selain ISPA, penyakit yang sering dijumpai di musim pancaroba adalah diare. Diare merupakan infeksi pada saluran pencernaan. Banyak yang mencemari makanan dan minuman yang dikonsumsi anak atau sumber air yang tercemar oleh air hujan. “Selain itu sering jajan sembarangan juga menjadi faktor pendukung anak terkena diare,” katanya.

 

Gejala penyakit diare ditandai dengan buang air besar yang cair dengan frekuensi lebih dari tiga kali dan terkadang disertai muntah dan mual. “Selain itu gejala demam, sakit perut, sakit kepala juga menyertai penyakit ini. Usahakan agar anak tidak mengalami dehidrasi dan berikan oralit secepatnya,” tuturnya.

Penyakit berikutnya adalah alergi, di antaranya urtikaria, asma, amandel dan lainnya. Alergi bisa terjadi karena perubahan musim, saat musim pancaroba bahkan bisa menyerang yang belum pernah terjangkit alergi sebelumnya, seperti gatal pada kulit. “Hal ini dikarenakan alergi musiman berkembang ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap sesuatu di lingkungan, termasuk perubahan cuaca selama waktu tertentu. Alergi juga dapat mengganggu saluran pernapasan seperti asma, batuk dan pilek disertai dengan sesak nafas,” terangnya. (cr6/c)

Lebih dari Tiga Hari, Cek Dokter 

Penyakit yang rentan menjangkiti anak-anak ketika masuk musim pancaroba disebabkan bakteri, virus, jamur dan lain-lain. Untuk batuk dan pilek umumnya disebabkan virus yang bersifat sel limiting disease yaitu tanpa diobati. “Sebenarnya akan sembuh sendiri, tetapi hati-hati jika sudah lebih dari tiga atau lima hari harus dikonsultasikan ke dokter, karena takut terjadi infeksi,” tutur  Dokter Spesialis Anak Rumah Sakit Azra Bogor Satyawati. 

Dokter Satyawati menjelaskan ISPA disebabkan virus, bakteri dan jamur. Untuk ISPA jika tidak membaik dalam jangka waktu tiga hari segera ke dokter jangan diobati sendiri, karena takut adanya infeksi dan jika tidak diobati akan semakin memburuk. Kemudian diare disebabkan virus atau kuman. 

Selain penyakit yang sering dijumpai di musim pancaroba terdapat penyakit lain yang sering muncul seperti demam tifoid pada anak, yaitu pernyakit yang disebabkan bakteri Salmonella enterica dan penyakit ini sangat cepat menular. Di musim pancaroba sering terjadi hujan dan genangan air, sehingga memungkinkan anak terserang DBD. “Sebaiknya di musim pancaroba seperti ini kita sebagai orang tua harus esktra menjaga kesehatan keluarga karena banyak penyakit yang dapat menyerang dalam musim ini,” tuturnya.

Dokter Satyawati menuturkan bahwa cacar air, campak dan gondongan juga menjadi rentan bermunculan karena infeksi virus. Begitupun sakit Hand Foot Mouth Disease, gejalanya adalah demam, susah makan dan minum karena terdapat sariawan, bintik-bintik di telapak tangan kaki dan daerah mulut. Penyakit tersebut, disebabkan ketika tangan dalam keadaan kotor dan anak mengkonsumsi makanan dan ditularkan virus melalui mulut. “Untuk pengobatan dari semua penyakit ini disesuaikan dengan kondisi anak, jika anak sudah mengalami gejala yang berat harus dirawat dan diberikan pengobatan lanjutan,” tuturnya. (cr6/c)

Selalu Cuci Tangan, Makan yang Bergizi

Dokter Spesialis Anak Rumah Sakit Azra Bogor Satyawati menjelaskan bahwa pada musim pancaroba anak sangat rentan terserang berbagai macam penyakit, karena daya tahan tubuh menurun. Sehingga, sebagai orang tua harus memperhatikan kesehatan dan menjaga daya tahan tubuh anak agar anak bisa melakukan aktivitas dengan nyaman.

Menurutnya, hal yang harus dilakukan ketika memasuki musim pancaroba adalah selalu cuci tangan sebelum makan, setelah buang air besar dan kecil, menjaga kebersihan makanan dan minuman dengan selalu berhati-hati terhadap makanan yang dikonsumsi anak. “Lebih baik buatkan bekal untuk anak agar mereka tidak jajan sembarangan,” tuturnya.

Kemudian, usahakan anak jangan terkena air hujan. Kata Satyawati, selalu sediakan payung atau jas hujan, istirahat yang cukup, jangan biarkan anak terlalu banyak menggunakan gadget, menonton TV atau bermain di luar rumah. “Berikan dan dampingi anak melakukan aktivitas yang bisa membuat daya tahan tubuhnya bagus, seperti berolahraga dan selalu makan makanan yang bergizi serta minum vitamin,” tuturnya.

Dokter Satyawati menambahkan, makanan yang bergizi mampu meningkatkan daya tahan tubuh, dengan makan satu hari tiga kali, minimal satu hari dua kali. Perbanyak minum air putih, minum air yang bersih dan matang, berolahraga secara teratur, menjaga kebersihan lingkungan,  berantas nyamuk dan lalat dari anak-anak dengan tidak membuang sampah sembarangan dan bila ada keluhan yang serius langsung bawa ke rumah sakit. (cr6/c)

Sumber : Radar Bogor terbit tanggal 23 Oktober 2017

 

 

Leave a reply