oleh:

drg. Andi Herdiana S, SpORT

Dokter Spesialis Orthodenti

Rumah Sakit Azra Bogor

Jika anda menemukan kasus gigi taring yang caling atau gigi depan yang keluar lengkung gigi atau bahkan terpendam jangan terburu-buru untuk dicabut. Biasanya kita berpendapat bahwa gigi yang bermasalahlah yang harus dicabut. Pendapat seperti itu sangat bertolak belakang dengan rencana perawatan ortodonti. Pasien biasanya datang ke klinik ortodonti  dengan keluhan gigi taring  yang keluar lengkung atau terpendam dan sering kali meminta untuk pencabutan gigi yang terpendam atau keluar lengkung itu dan dibuatkan gigi palsu. Hal itu harus dikaji ulang kembali, karena sebenarnya gigi yang bermasalah itu bisa dirawat dan diperbaiki lagi ke posisi yang normal.

Pencabutan gigi taring atau gigi depan tidak diperkenankan dalam perawatan ortodonti, kecuali pada kasus yang sangat spesifik, karena gigi taring ini berfungsi sebagai pemotong dan pencabik makanan , fungsi bicara dan pengucapan, dan juga merupakan faktor utama estetik yang membentuk senyum. Selain itu keberadaan posisi gigi taring sangat diperlukan untuk memelihara kesimetrisan dan keharmonisan hubungan gigi atas dan bawah. Hilangnya gigi taring selain akan berkurangnya faktor estetik dan faktor pengunyahan juga memberikan efek yang kurang menguntungkan bagi aktifitas sendi karena gigi taring merupakan kunci gigitan gigi atas dan bawah.

Seringkali ditemukan gigi taring atau seri bahkan gigi premolar yang tumbuh di luar lengkung gigi (ektopik) atau posisinya miring. Gigi taring adalah gigi yang paling sering ditemukan dalam kondisi miring setelah gigi geraham bungsu.

Posisi gigi yang miring/keluar lengkung gigi atau bahkan tidak tumbuh ke rongga mulut (terpendam di dalam rahang) dapat disebabkan beberapa faktor yaitu perbandingan ukuran rahang dan gigi yang tidak seimbang, terjadinya trauma pada masa pertumbuhan gigi (terantuk atau jatuh) , pencabutan terlalu awal gigi sulung sehingga tidak ada penuntun  (guide) bagi gigi tetap untuk muncul ke rongga mulut, (biasanya pada gigi sulung yang sudah berlubang dan rusak parah sehingga harus dicabut namun tidak diikuti dengan pembuatan alat untuk mempertahankan ruangan gigi (space maintainer)),  gigi sulung yang terlalu lama berada dalam rongga mulut sehingga arah pertumbuhan gigi tetap akan terhambat dan di luar jalur, posisi benih gigi yang memang abnormal tidak pada tempatnya, adanya gigi odontoma yang menghambat pertumbuhan gigi tetap dan terakhir adalah faktor genetika.

Penanganan gigi yang terpendam dengan perawatan ortodonti harus menjadi pertimbangan utama karena faktor estetik dan fungsi. Perawatan ortodonti ini perlu pertimbangan meliputi perhitungan kebutuhan ruangan, kooperasi pasien, usia, kesehatan gusi dan keadaan gigi geligi. Dari pemeriksaan secara komprehensif dokter gigi spesialis ortodontis akan menegakkan diagnosis dan melakukan tindakan sesuai dengan rencana perawatan.

Penanganan dan perawatan gigi taring bisa bersifat sederhana dan kompleks. Tergantung kepada ruangan yang ada dan posisi gigi taring. Penanganan gigi taring yang kompleks memungkinkan tindakan pembedahan dan dilakukan kerjasama interdisiplin dengan dokter gigi  spesialis bedah mulut untuk membuka gigi taring yang terpendam tersebut. Segera lakukan kontrol dan pengecekan berkala kepada dokter gigi ortodontis jika terjadi kelainan ini.

 Contoh gigi depan terpendam

courtesy drg. Andi herdiana sp.ort

Gigi taring yang terpendam

courtesy drg.andi herdiana sp.ort

 

CATATAN dan SARAN :

 

Periksakanlah anak anda ke drg spesialis ortodonti mulai usia 7 thn, karena :

 

Penentuan waktu yang optimal untuk memulai perawatan.

Biasanya perawatan ortodonti dimulai pada usia 9 sampai dengan 14 tahun, namun adakalanya kelainan gigi dapat diperbaiki lebih awal agar tidak terjadi kelainan yang lebih parah.

Kontrol yang lebih awal memungkinkan ortodontis untuk :

  1. Memodifikasi pertumbuhan rahang
  2. Mengurangi resiko trauma pada gigi yang sangat maju
  3. Memperbaiki kebiasaan buruk
  4. Memperbaiki penampilan dan kepercayaan diri
  5. Memandu gigi tetap pada posisi lengkung gigi yang baik

 

 Mendeteksi gigitan yang tidak baik

Meskipun gigi terlihat rapih ada kemungkinan kelainan yang tidak terlihat pada gigitan anak, Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yang memungkinkan indikasi perawatan ortodonti, diantaranya :

  1. Terlalu awal atau telat tanggalnya gigi sulung
  2. Kesulitan mengunyah dan menggigit
  3. Menghisap ibu jari
  4. Gigi yang berjejal atau berpindah tempat pada posisi abnormal.
  5. Rahang yang terlihat sangat maju atau sangat mundur
  6. Posisi gigit gigi geligi mengenai pipi atau langit-langit
  7. Gigi yang terlihat sangat maju
  8. Gigi atas dan bawah yang tidak bertemu ketika mengigit
  9. Grinding (mengkerot-kerotkan) gigi baik pada waktu sadar ataupun tidak sadar (tertidur)

Berikan anak anda senyum yang sehat. Tidak hanya terlihat rapih namun juga kebersihan gigi yang baik. Gigi yang tidak tertata rapih dapat mengakibatkan gigi lebih sulit dibersihkan. Tidak semua anak memerlukan perawatan ortodonti/kawat gigi. Namun jika anak anda memerlukan perawatan ortodonti, dengan deteksi awal oleh dokter gigi spesialis ortodonti dapat segera dilakukan perawatan sehingga  tidak terjadi keterlambatan perawatan dan memungkinkan hasil perawatan yang berhasil dengan baik. Pastikan anak anda melakukan check up pada dokter gigi spesialis ortodonti mulai usia 7 tahun.

HUMART 2017

 

Leave a reply