Informasi Kesehatan

09
January

Penanganan Korban Kekerasan Seksual

Penanganan Korban Kekerasan Seksual 

Oleh : Dra. Darjanti Kalpita Rahajuningrum, Psikolog

Bila individu mengalami kekerasan seksual dan tidak diberi perlakuan yang tepat serta pendampingan yang tuntas, maka individu tersebut kelak akan memiliki hambatan dalam membentuk karakter yang positif. Hal ini bisa dipahami karena:

·         Bila korban adalah anak di bawah umur, maka semua aspek perkembangan anak saling terkait, artinya perkembangan satu aspek dapat mempermudah atau menghambat perkembangan kemampuan lainnya.

·         Perkembangan individu adalah hasil dari interaksi antara kematangan biologis dan lingkungan dimana ia hidup.

·         Bila aspek psikologis individu tidak berfungsi karena dampak dari pengalaman traumatis, maka akan mempengaruhi aspke-aspek lain dalam kehidupannya.

 

Ketika individu mengalami kekerasan seksual maka ia cenderung akan mengalami trauma yang menyakitkan. Kondisi traumatik ini memaksa korban untuk  mengendapkan pengalaman pahitnya ke alam bawah sadar sehingga kelak akan mempengaruhi sikap, cara pandang dan orientasi seksualnya di fase kehidupan selanjutnya.

 

Walaupun tidak semua korban kekerasan seksual akan berperilaku menyimpang atau menjadi pelaku kekerasan seksual di kehidupannya di masa mendatang, namun banyak penelitian menyebutkan bahwa trauma pada individu korban kekerasan seksual akan memicu perilaku amoral sebagai bentuk perlawanan terhadap tindakan yang tidak menyenangkan yang telah dialaminya.

 

Efek trauma ini muncul sebagai akibat dari ketidakmampuan individu dalam melakukan perlawanan terhadap pelaku. Hal ini selanjutnya menimbulkan konflik di dalam dirinya, yang mendorongnya untuk mengekspresikan apa yang dirasakan. Bila dalam kondisi ini korban tidak mendapatkan pendampingan yang tuntas dari para ahli seperti Psikolog, maka kelak bila ada sedikit saja stimulasi atau rangsangan pada traumanya, ia akan mudah terdorong untuk melakukan tindakan agresif, kekerasan dan tindakan amoral. Namun demikian dalam beberapa kasus, individu yang mengalami korban kekerasan seksual dapat menjalani fase kehidupan selanjutnya secara normal dengan dukungan dari keluarga dan pendampingan dari para ahli.

 

Masalahnya, tidak semua korban berani untuk secara terbuka menceritakan atau mengadukan bahwa dirinya telah mengalami kekerasan seksual. Biasanya karena takut, malu terhadap aib. Akibatnya, ia tidak segera mendapatkan pertolongan psikologis dari ahli. Kondisi ini akan berdampak bagi kesejahteraan mental individu tersebut. Makin cepat korban mendapat pertolongan psikologis secara memadai, maka korban dapat berfungsi normal dalam kehidupan sehari-hari, dan tentu ini memutus mata rantai predator di kemudian hari.

 

 

Bila Anda melihat ada seseorang yang menjadi korban kekerasan seksual, segeralah untuk mengambil tindakan agar ada penanganan yang tepat, dan meminimalisasi dampak bagi korban baik saat ini maupun di kehidupannya yang akan datang. Langkah yang bisa dilakukan adalah:

1.    Memberitahu orang tua korban bila korban masih di bawah umur

2.    Bawa korban ke IGD yang bila diperlukan akan dilakukan visum et repertum yang selanjutnya akan dibawa sebagai bukti laporan ke Polisi

3.    Bawa korban ke tenaga ahli seperti Psikolog untuk penanganan dan pendampingan pasca trauma

 

 

 

 

Komentar


Berikan Komentar





Temukan Kami

Lokasi

Reservasi

+622518318456

Ambulance / Gawat Darurat

+622518372299


Download Aplikasi RS AZRA di Google Play

Mobile Azra App Google Play Store download link icon

© 2020 Rumah Sakit Azra. All rights reserved | Template Design by W3layouts.